Saturday, 13 September 2014

Gamification Tweets from Peter Wijaya


Berikut ini adalah rangkuman tweets yang pernah saya post beberapa waktu lalu mengenai Gamification:
Peter Wijaya
  1. Gamification adalah memasukkan unsur-unsur game ke dalam konteks non-game, misalnya bisnis. #Gamification
  2. Gamification dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengengage, mensosialisasikan, memotivasi, mengajar, serta meretain karyawan dan customer dengan cara yang inovatif. #Gamication
  3. Salah satu contoh gamification yang dilakukan sekolah penerbangan adalah Flight Simulator yang dapat membantu pilot untuk belajar bagaimana caranya untuk belajar menerbangkan pesawat dengan resiko yang seminimal mungkin.
  4. Internal gamification biasanya dilakukan untuk meningkatkan produktivitas karyawan, relasi antar karyawan, mendorong tumbuhnya inovasi karyawan.
  5. External gamification biasanya dilakukan untuk meningkatkan relasi antara perusahaan dengan customer, yang menghasilkan engagement, loyalitas dan akhirnya berdampak pada revenue perusahaan.
  6. Gamification dapat juga digunakan untuk mengubah perilaku sesuai dengan yang kita inginkan tanpa merasa terbebani terhadap suatu perubahan. Misalnya  mendorong orang untuk rajin olahraga agar bisa mendapatkan tubuh yang sehat. #Gamification
  7. Salah satu bentuk gamification yang dilakukan oleh Coffee Shop adalah membuat promo dimana jika seorang customer membeli kopi sebanyak 5 kali di gerainya maka dia akan mendapatkan free coffee. Ini akan memotivasi customer untuk terus membeli kopi agar mendapatkan free coffee.
  8. Rutinitas biasanya monoton  dan menghasilkan kebosanan, HR sudah harus mulai berpikir bagaimana caranya membuat karyawan agar betah untuk melakukan pekerjaan yang bersifat rutin, cobalah menggunakan gamifikasi agar pekerjaan tersebut jadi terasa menyenangkan walaupun rutin. #Gamification
  9. Mengutip pernyataan dari Eric Schmidt (CEO Google), “Everything in the future online is going to look like a multiplayer game.”
  10. Company culture memiliki pengaruh sangat besar terhadap gamification, terkait bagaimana karyawan berinteraksi dan bereaksi. #Gamification
  11. Semua orang suka bermain game, mengapa HR tidak membuat proses belajar untuk karyawan sebagai sesuatu yang fun? #Gamification
  12. Setidaknya ada 3 jenis game yang bisa anda gamifikasi, yaitu analogical, digital, pervasive. #Gamification
  13. Jika anda ingin melakukan gamifikasi, setidaknya 4 kriteria ini harus ada: goals, rules, feedback system, voluntarily participant. #Gamification
  14. Siemens membuat gamifikasi yang bernama Plantville, game online ini memberikan user pengalaman menjadi seorang Plant Manager. User diberikan tantangan untuk mengelola operasional pabrik yang menuntut peningkatan produktivitas, efisiensi dan kesehatan pabrik. 
  15. Sejak Siemens meluncurkan Plantville, game ini telah dimainkan oleh lebih dari 23000 engineering professional memainkan game ini. 
  16. Hasil Survei yang dilakukan Gartner menyatakan bahwa pada tahun 2014 layanan dengan gamifikasi akan berperan penting terhadap aktivitas pemasaran dan loyalitas pelanggan terutama pada perusahaan consumer goods. 
  17. Di tahun 2015 diperkirakan akan ada 50% organisasi maupun perusahaan yang akan berinovasi dengan konsep ini dan 70% di antaranya akan memiliki satu aplikasi dengan konsep tersebut. 
  18. 'Gamification is the Future of Work' 
  19. Perusahaan Anda dapat membuat gamifikasi misalnya pada pemilihan “employee of the month”, ada kriteria yang jelas agar karyawan memenangkan predikat tersebut. Ini akan mendorong karyawan untuk terus giat bekerja agat dapat menang, dan pekerjaan akan dianggap sebagai permainan, bukan dianggap sebagai beban. 
  20. Salah satu restoran yang telah menerapkan gamifikasi dalam bentuk promosi produk adalah Holycow Steak. Setiap pengunjung yang mention akun twitter Holycow Steak akan mendapatkan tiramisu gratis. Dengan demikian pengunjung berlomba-lomba untuk melakukannya untuk sekadar mendapatkan tiramisu gratis. 
  21. Goal adalah tujuan apa yang diinginkan dari bermain game, dan harus terdefinisi dengan jelas agar tidak membingungkan user. #Gamification 
  22. Rules memiliki fungsi untuk memberikan user gambaran mengenai apa tindakan yang harus dilakukan user agar dapat mencapai goal. #Gamification 
  23. Game dapat dikatakan berhasil jika dapat mengengage karyawan untuk terus memainkan game tersebut. #Gamification 
  24. Effort yang sudah dikeluarkan oleh user setidaknya harus diimbangi dengan reward yang fair, bisa itu intrinsic maupun extrinsic. #Gamification 
  25. Killer adalah jenis user yang motivasi bermainnya hanya untuk mengalahkan user lainnya, tidak peduli pada reward dan hanya ingin jadi yang terbaik. 
  26. Achievers adalah user yang termotivasi hanya untuk menyelesaikan seluruh misi yang ada di dalam game.
  27. Explorers adalah tipe user yang tertarik untuk menggali sejauh mana sebuah game bisa dimainkan 
  28. Socializers adalah jenis user yang melihat game sebagai sarana untuk dapat berkenalan serta berinteraksi dengan user lainnya.
  29. Di Sektor Industri Finansial, Rabobank memudahkan customer yang ingin melakukan peminjaman uang dengan membuat proses-proses request dengan cara yang menarik. #Gamification 
  30. Nike membuat aplikasi Nike+ untuk memotivasi usernya agar mereka berusaha untuk mencapai target olahraga yang telah user tetapkan ketika mulai menggunakan aplikasi tersebut. #Gamification 
  31. Beberapa perusahaan asuransi melakukan gamifikasi untuk mengedukasi customer mengenai resiko finansial, financial planning, investasi serta membuat perencanaan untuk pensiun. 
  32. Sebelum membuat Gamification, perlu melihat beberapa hal penting berikut ini:

Men
Women
Spatial / Three Dimensional Puzzles
Dialog and Verbal Puzzles
Trial and error
Learning by example
Competition
Real World Situations
Destruction
Nurturing
Mastery
Emotion

In the game
At work
Tasks
Repetitive, but fun
Repetitive and boring
Feedback
Continuous
Once a year
Objectives
Well defined
Vague or contradictory
Personal evolution
Clear and tangible
Obscure
Rules
Clear
Unclear
Information
Proper to immediate needs
Overused and still insufficient
Status
Visible
Not so visible or invisible
Promotion
Meritocracy
Subjective criteria
Contribution
Present
Present
Risk
High
Low
Autonomy
High
From mid high to low
Narrative
Always present
Rarely present
Obstacles
Purposeful
Accidentals


Thursday, 11 September 2014

Peter Wijaya and Refa Anandwika, My Internee :)

Peter Wijaya
Peter Wijaya & Refa
 Saya ingin bercerita mengenai salah satu anak magang saya, yaitu Refa Anandwika adalah mahasiswa Paramadina Jurusan Manajemen. Sistem magang di perusahaan saya memang tidak menyediakan kompensasi untuk anak magangnya, tetapi kami dapat memastikan bahwa mereka akan mendapatkan ilmu dan pengalaman seperti layaknya karyawan beneran. Sejatinya Refa tidak diwajibkan untuk magang, tetapi karena keingintahuannya yang sangat tinggi ia memutuskan untuk mengambil magang. Kami banyak bertukar pikiran mengenai dunia HR saat ini dan tren HR di masa mendatang, seperti Employer Branding dan Gamification.
Refa magang memang tidak terlalu lama, hanya sekitar 2 bulanan, karena saat ini dia mendapatkan kesempatan untuk belajar di Nottingham University. Dalam waktu yang sangat singkat, kami telah mengerjakan beberapa proyek HR, suatu pencapaian. Sungguh kebanggaan bagi saya pribadi karena punya anak magang yang punya pencapaian seperti ini, semoga ilmu yang telah kami ajarkan berguna bagi kamu dan sukses buat karir kamu kedepannya, dan harus bisa lewati pencapaian saya :)

Tuesday, 9 September 2014

Peter Wijaya Sharing Session for Fresh Enrichment Program Binus University Faculty of Psychology 9 Sept 2014

Peter Wijaya
Sharing Session
Pada Hari Selasa, 9 September 2014, saya diundang untuk membawakan materi di acara Fresh Enrichment Program Binus University Jurusan Psikologi. Sungguh suatu kesempatan yang berharga ketika saya diundang untuk share pengalaman kepada mahasiswa dan mahasiswi baru ini, sehingga mereka terbuka wawasannya akan dunia kuliah dan dunia kerja. 
Materi yang saya bawakan bertemakan kesuksesan itu terjadi ketika persiapan bertemu dengan kesempatan. Kedua hal ini sangat berkaitan erat dan saling membutuhkan.
Saya tidak sendirian dalam acara tersebut, tetapi ada rekan-rekan sesama angkatan yang juga turut sharing. Semoga Mahasiswa dan Mahasiswi baru ini menjadi talent-talent berkualitas di masa yang akan datang.
Peter Wijaya
Peter Wijaya, Febriani Priskila, Juni Anton
  










Employer Branding Tweets from Peter Wijaya

Berikut ini adalah rangkuman tweets yang pernah saya post beberapa waktu lalu mengenai Employer Branding:

1.       Kebanyakan calon karyawan saat ini melakukan research terhadap perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.
2.       Agar dapat menarik minat mereka untuk melamar, berikan informasi memadai di dalam website perusahaan terkait pekerjaan yang akan mereka lakukan dan juga perusahaan yang akan mereka tempati. #EmployerBranding
3.       Bagaimana cara agar orang lain tahu bahwa perusahaan Anda lebih baik daripada perusahaan yang lain? Gunakan Employer Branding. #EmployerBranding
4.       Sebelum membuat Employer Branding, sebaiknya dilakukan perencanaan yang matang. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah membuat segmentasi.
5.       Karyawan seperti apakah yang perusahaan Anda cari, sehingga Anda bisa menentukan bagaimana strategi yang perlu dilakukan supaya bisa mendapatkan karyawan di segment tersebut. #EmployerBranding
6.       Pastikan anggota yang ada di dalam tim Employer Branding adalah talent terbaik, karena talent terbaik dapat dengan mudah mengenali talent terbaik lainnya. #EmployerBranding
7.       Great workplaces do great things, great things do not come easily. #EmployerBranding
8.       Apabila Anda ditawari pekerjaan yang sama oleh dua perusahaan, A adalah perusahaan lokal, B adalah perusahaan multinasional.
9.       Benefit yang diberikan oleh keduanya sama. Secara rasional, perusahaan apakah yang Anda pilih?
10.   Reputasi perusahaan merupakan hal yang penting tetapi lebih daripada itu, Perusahaan Anda harus memiliki kinerja yang baik agar mendukung reputasi. #EmployerBranding
11.   Salah satu kesulitan perusahaan dalam membuat Employer Branding adalah kinerja perusahaan yang kurang baik. #Employer Branding
12.   Lingkungan kerja atau budaya perusahaan yang bagus, belum tentu sesuai dengan semua orang. #EmployerBranding
13.   Rekrutlah karyawan yang sesuai dengan budaya perusahaan Anda. #EmployerBranding
14.   Karyawan yang merasa puas dengan lingkungan dan suasana kerjanya, cenderung berbicara tentang pengalamannya di perusahaan, dan memiliki kebanggaan bahwa bisa bekerja di tempat tersebut. #EmployerBranding
15.   Tidak hanya dibutuhkan komitmen dari CEO, tetapi juga dukungan dari seluruh karyawan di dalam perusahaan untuk mengkomunikasikan dan mempromosikan Employer Brand. #EmployerBranding
16.  HR dan MarComm perlu Kerjasama yang erat, sehingga HR dapat mengerti apa yang dilakukan oleh Marcomm. #Employer Branding
17.  MarComm dapat memberi masukan kepada HR bagaimana komunikasi yang tepat untuk menarik minat Talent. #Employer Branding
18.   Kemampuan dalam mengkomunikasikan Employer Brand merupakan hal yang vital dalam menarik talent yang sesuai dengan budaya perusahaan Anda. #EmployerBranding
19.   Transparan dan autentik, itulah hal yang diperlukan ketika mengkomunikasikan Employer Branding. #EmployerBranding
20.   Informasi yang diberikan oleh perusahaan kepada pelamar haruslah jujur dan benar adanya sesuai dengan yang terjadi di perusahaan. #EmployerBranding
21.   Untuk membantu perusahaan Anda dalam mempromosikan Employer Brand, dapat menggunakan beberapa tools seperti YouTube Channel, Career Website, Instagram, dll.
22.   Kecenderungannya adalah orang lebih senang melihat sesuatu yang menarik, dibandingkan membaca #EmployerBranding
23.   Jika di Social Media, perusahaan Anda terus-menerus mendapatkan berita negative atau membicarakan keburukan perusahaan,
24.   beberapa kandidat mungkin akan memilih untuk tidak mengikuti proses interview.
25.   Itulah mengapa penting untuk memonitor apa yang orang bicarakan mengenai perusahaan Anda. #EmployerBranding
26.   Informasi yang didengar ataupun dibaca oleh pelamar tentang perusahaan Anda akan meninggalkan kesan seperti apa rasanya bekerja di perusahaan Anda. #EmployerBranding
27.   Salah satu kesuksesan Employer Branding adalah keinginan dari karyawan untuk memberikan rekomendasi kepada karyawan di luar perusahaan terkait perusahaan Anda. #EmployerBranding
28.   Employer Branding bukan sekadar meningkatkan jumlah pelamar yang masuk ke dalam perusahaan Anda, ini berkaitan dengan menarik talent terbaik yang percaya dengan nilai-nilai yang perusahaan Anda anut. #EmployerBranding
29. 
Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa SDM merupakan aset perusahaan yan dapat memberikan competitive advantages bagi perusahaan. Karena tidak banyak talent yang tersedia saat ini di pasaran, penting bagi perusahaan untuk menggunakan Employer Branding sebagai solusi. #EmployerBranding
30.  Jika pesan yang diberikan oleh perusahaan melalui employer branding tidak sesuai dengan yang diterima oleh karyawan, ada resiko karyawan akan menjadi tidak puas, dimana hal tersebut dapat meningkatkan turnover, dan employer brand menjadi negatif. #EmployerBranding
31.   
Semoga tweet yang singkat ini dapat memberi gambaran sedikit mengenai apa itu Employer Branding. #EmployerBranding