Thursday, 11 September 2014

Peter Wijaya and Refa Anandwika, My Internee :)

Peter Wijaya
Peter Wijaya & Refa
 Saya ingin bercerita mengenai salah satu anak magang saya, yaitu Refa Anandwika adalah mahasiswa Paramadina Jurusan Manajemen. Sistem magang di perusahaan saya memang tidak menyediakan kompensasi untuk anak magangnya, tetapi kami dapat memastikan bahwa mereka akan mendapatkan ilmu dan pengalaman seperti layaknya karyawan beneran. Sejatinya Refa tidak diwajibkan untuk magang, tetapi karena keingintahuannya yang sangat tinggi ia memutuskan untuk mengambil magang. Kami banyak bertukar pikiran mengenai dunia HR saat ini dan tren HR di masa mendatang, seperti Employer Branding dan Gamification.
Refa magang memang tidak terlalu lama, hanya sekitar 2 bulanan, karena saat ini dia mendapatkan kesempatan untuk belajar di Nottingham University. Dalam waktu yang sangat singkat, kami telah mengerjakan beberapa proyek HR, suatu pencapaian. Sungguh kebanggaan bagi saya pribadi karena punya anak magang yang punya pencapaian seperti ini, semoga ilmu yang telah kami ajarkan berguna bagi kamu dan sukses buat karir kamu kedepannya, dan harus bisa lewati pencapaian saya :)

Tuesday, 9 September 2014

Peter Wijaya Sharing Session for Fresh Enrichment Program Binus University Faculty of Psychology 9 Sept 2014

Peter Wijaya
Sharing Session
Pada Hari Selasa, 9 September 2014, saya diundang untuk membawakan materi di acara Fresh Enrichment Program Binus University Jurusan Psikologi. Sungguh suatu kesempatan yang berharga ketika saya diundang untuk share pengalaman kepada mahasiswa dan mahasiswi baru ini, sehingga mereka terbuka wawasannya akan dunia kuliah dan dunia kerja. 
Materi yang saya bawakan bertemakan kesuksesan itu terjadi ketika persiapan bertemu dengan kesempatan. Kedua hal ini sangat berkaitan erat dan saling membutuhkan.
Saya tidak sendirian dalam acara tersebut, tetapi ada rekan-rekan sesama angkatan yang juga turut sharing. Semoga Mahasiswa dan Mahasiswi baru ini menjadi talent-talent berkualitas di masa yang akan datang.
Peter Wijaya
Peter Wijaya, Febriani Priskila, Juni Anton
  










Employer Branding Tweets from Peter Wijaya

Berikut ini adalah rangkuman tweets yang pernah saya post beberapa waktu lalu mengenai Employer Branding:

1.       Kebanyakan calon karyawan saat ini melakukan research terhadap perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.
2.       Agar dapat menarik minat mereka untuk melamar, berikan informasi memadai di dalam website perusahaan terkait pekerjaan yang akan mereka lakukan dan juga perusahaan yang akan mereka tempati. #EmployerBranding
3.       Bagaimana cara agar orang lain tahu bahwa perusahaan Anda lebih baik daripada perusahaan yang lain? Gunakan Employer Branding. #EmployerBranding
4.       Sebelum membuat Employer Branding, sebaiknya dilakukan perencanaan yang matang. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah membuat segmentasi.
5.       Karyawan seperti apakah yang perusahaan Anda cari, sehingga Anda bisa menentukan bagaimana strategi yang perlu dilakukan supaya bisa mendapatkan karyawan di segment tersebut. #EmployerBranding
6.       Pastikan anggota yang ada di dalam tim Employer Branding adalah talent terbaik, karena talent terbaik dapat dengan mudah mengenali talent terbaik lainnya. #EmployerBranding
7.       Great workplaces do great things, great things do not come easily. #EmployerBranding
8.       Apabila Anda ditawari pekerjaan yang sama oleh dua perusahaan, A adalah perusahaan lokal, B adalah perusahaan multinasional.
9.       Benefit yang diberikan oleh keduanya sama. Secara rasional, perusahaan apakah yang Anda pilih?
10.   Reputasi perusahaan merupakan hal yang penting tetapi lebih daripada itu, Perusahaan Anda harus memiliki kinerja yang baik agar mendukung reputasi. #EmployerBranding
11.   Salah satu kesulitan perusahaan dalam membuat Employer Branding adalah kinerja perusahaan yang kurang baik. #Employer Branding
12.   Lingkungan kerja atau budaya perusahaan yang bagus, belum tentu sesuai dengan semua orang. #EmployerBranding
13.   Rekrutlah karyawan yang sesuai dengan budaya perusahaan Anda. #EmployerBranding
14.   Karyawan yang merasa puas dengan lingkungan dan suasana kerjanya, cenderung berbicara tentang pengalamannya di perusahaan, dan memiliki kebanggaan bahwa bisa bekerja di tempat tersebut. #EmployerBranding
15.   Tidak hanya dibutuhkan komitmen dari CEO, tetapi juga dukungan dari seluruh karyawan di dalam perusahaan untuk mengkomunikasikan dan mempromosikan Employer Brand. #EmployerBranding
16.  HR dan MarComm perlu Kerjasama yang erat, sehingga HR dapat mengerti apa yang dilakukan oleh Marcomm. #Employer Branding
17.  MarComm dapat memberi masukan kepada HR bagaimana komunikasi yang tepat untuk menarik minat Talent. #Employer Branding
18.   Kemampuan dalam mengkomunikasikan Employer Brand merupakan hal yang vital dalam menarik talent yang sesuai dengan budaya perusahaan Anda. #EmployerBranding
19.   Transparan dan autentik, itulah hal yang diperlukan ketika mengkomunikasikan Employer Branding. #EmployerBranding
20.   Informasi yang diberikan oleh perusahaan kepada pelamar haruslah jujur dan benar adanya sesuai dengan yang terjadi di perusahaan. #EmployerBranding
21.   Untuk membantu perusahaan Anda dalam mempromosikan Employer Brand, dapat menggunakan beberapa tools seperti YouTube Channel, Career Website, Instagram, dll.
22.   Kecenderungannya adalah orang lebih senang melihat sesuatu yang menarik, dibandingkan membaca #EmployerBranding
23.   Jika di Social Media, perusahaan Anda terus-menerus mendapatkan berita negative atau membicarakan keburukan perusahaan,
24.   beberapa kandidat mungkin akan memilih untuk tidak mengikuti proses interview.
25.   Itulah mengapa penting untuk memonitor apa yang orang bicarakan mengenai perusahaan Anda. #EmployerBranding
26.   Informasi yang didengar ataupun dibaca oleh pelamar tentang perusahaan Anda akan meninggalkan kesan seperti apa rasanya bekerja di perusahaan Anda. #EmployerBranding
27.   Salah satu kesuksesan Employer Branding adalah keinginan dari karyawan untuk memberikan rekomendasi kepada karyawan di luar perusahaan terkait perusahaan Anda. #EmployerBranding
28.   Employer Branding bukan sekadar meningkatkan jumlah pelamar yang masuk ke dalam perusahaan Anda, ini berkaitan dengan menarik talent terbaik yang percaya dengan nilai-nilai yang perusahaan Anda anut. #EmployerBranding
29. 
Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa SDM merupakan aset perusahaan yan dapat memberikan competitive advantages bagi perusahaan. Karena tidak banyak talent yang tersedia saat ini di pasaran, penting bagi perusahaan untuk menggunakan Employer Branding sebagai solusi. #EmployerBranding
30.  Jika pesan yang diberikan oleh perusahaan melalui employer branding tidak sesuai dengan yang diterima oleh karyawan, ada resiko karyawan akan menjadi tidak puas, dimana hal tersebut dapat meningkatkan turnover, dan employer brand menjadi negatif. #EmployerBranding
31.   
Semoga tweet yang singkat ini dapat memberi gambaran sedikit mengenai apa itu Employer Branding. #EmployerBranding




Monday, 28 July 2014

Monday Morning Blues

Banyak orang tidak menyukai apa yang mereka kerjakan. Apakah Anda tidak menyukai apa yang sekarang Anda lakukan? Mungkin kalo dipikir-pikir tidak ada yang salah dengan pekerjaan Anda, tetapi sepertinya ada yang sesuatu yang tidak beres dengan apa yang Anda kerjakan. Apakah saat ini Anda menyukai apa yang sedang Anda lakukan? Jika Anda tidak melakukan apa yang Anda sukai, Anda akan kehilangan kesenangan atas pekerjaan yang Anda lakukan saat ini. Anda menghabiskan waktu kerja sepanjang hari layaknya seorang robot, bekerja tanpa benar-benar memiliki passion terhadap hal tersebut, sembari berharap waktu cepat berlalu dan menantikan tibanya hari libur. Gejala-gejala ini seringkali disebut dengan Monday Morning Blues.

Apakah yang dimaksud dengan Monday Morning Blues? Alexander Kjerulf. mengatakan bahwa Monday Morning Blues adalah kumpulan dari emosi-emosi negatif yang dirasakan oleh seseorang di hari pertama pada minggu kerja yang menyatakan bahwa mereka tidak bahagia ketika bekerja. Kumpulan emosi ini mencakup depresi, keletihan, tidak bergairah, dan bekerja sebagai keharusan yang tidak dapat dihindari. Sebuah survey di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang membenci hari Senin dibandingkan hari apapun.

Cara untuk mengetahui apakah Anda tergabung dalam Monday Morning Blues Club adalah dengan sejenak berpikir mengenai pekerjaan Anda, ketika Anda bangun di pagi hari dan alarm berbunyi perasaan apakah yang muncul pada diri Anda? Ketika Anda mengatakan , “yah sudah hari Senin lagi, cepat amat liburnya, rasanya baru juga santai sudah harus masuk kerja lagi.” Orang yang bergabung dengan Monday Morning Blues biasanya juga merupakan anggota TGIF (Thanks God It’s Friday).
Tidak menyukai pekerjaan yang Anda lakukan, baik itu karena anda tidak menyukai pekerjaan itu sendiri atau tidak suka dengan orang-orang yang bekerja dengan Anda, ini merupakan hal yang tidak baik. Jika Anda tidak menyukai apa yang Anda lakukan, Anda tidak ingin menjadi karyawan yang bagus, hal ini akan menyulitkan Anda untuk bersinar di dalam pekerjaan Anda. Beruntungnya, ada hal yang dapat Anda lakukan, tidak ada alasan bila Anda bilang Anda tidak dapat mencari dan melakukan pekerjaan yang Anda sukai. Jika Anda dapat mencari pekerjaan yang Anda sukai dan mendapatkannya, Anda dapat mengakhiri Monday Morning Blues selamanya.

Tuesday, 1 April 2014

Knowledge Management in Indonesia


Sejak beberapa bulan lalu saya ingin membeli buku ini, tetapi baru kesampaian hari ini, kebetulan baru gajian. hehehe. Buku ini adalah buku wajib bagi para rekan-rekan yang ingin berkarir di dunia Knowledge Management. Dengan bahasa yang sederhana serta didukung oleh implementasi di setiap perusahaan yang sangat inovatif, menjadikan buku ini sangat bermanfaat.

Apa yang dimaksud dengan Knowledge Management? Banyak sekali definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli, tetapi kesimpulannya adalah inisiatif perusahaan untuk menggunakan knowledge yang dimiliki oleh tiap karyawan di dalam perusahaan menjadi nilai tambah untuk bersaing dengan perusahaan lain.

Banyak sekali hal yang saya pelajari dari buku ini, dan pastinya belum tentu semua dapat digunakan di perusahaan tempat Anda bekerja, tetapi setidaknya dapat memberikan ide bagi Anda untuk mengimplementasikan Knowledge Management dengan cara Anda sendiri. Terima kasih tim Dunamis yang telah menerbitkan buku ini.

Wednesday, 8 January 2014

Tetap Produktif Walaupun Banjir

Hujan deras yang terus membasahi Jakarta dan daerah-daerah besar lainnya di Indonesia membuat tidak sedikit daerah yang tergenang bahkan cenderung banjir. Kebetulan saya tinggal di Grogol, sebuah daerah di Jakarta yang dikenal menjadi langganan banjir tiap tahunnya. Puji syukur pada kali ini Grogol tidak terkena banjir, genangan saja yang ada di jalanan. Walaupun tidak banjir, Grogol beberapa kali mengalami pemadaman listrik, yang mengakibatkan tidak hanya saya, tetapi seluruh warga tidak dapat beraktivitas dengan normal akibat pemadaman tersebut.

Mati gaya karena tidak dapat melakukan apa-apa, akhirnya saya terpikir bagaimana cara untuk tetap produktif walaupun tidak banyak yang saya dapat lakukan. Saya teringat bahwa ada beberapa buku yang sampai saat ini belum pernah saya baca sejak saya beli. Saya memang seorang penggemar buku, tetapi akhir-akhir ini cenderung menjadi pembeli buku :). Saya ambil beberapa buku yang saya anggap menarik untuk dibaca.

Akhirnya buku-buku tersebut saya habiskan dalam waktu yang tidak lama, jujur belum tentu seluruh informasi dalam buku tersebut dapat saya cerna, tetapi setidaknya saya terus berusaha agar tetap produktif walaupun kondisi kurang memungkinkan. Cheers :)

Wednesday, 1 January 2014

Resolusi Saya di Tahun 2014

Biasanya menjelang pergantian tahun, ada sebuah kegiatan rutin yang biasanya dilakukan oleh orang-orang, yaitu membuat resolusi atau harapan akan suatu hal yang ingin dicapai di tahun yang baru, mulai dari hal kecil seperti bangun pagi, hingga hal besar seperti pindah pekerjaan atau menikah.
Jujur saja saya bisa dibilang terlambat untuk membuat resolusi atas hal-hal yang ingin saya capai di tahun 2014, karena baru saya buat saat saya sedang menulis artikel ini :) tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Resolusi yang saya buat terinspirasi dari pengalaman Pak Josef Bataona, di penghujung tahun 2013 saya mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan beliau sharing pengalamannya di suatu acara gathering HR yang diselenggarakan oleh Microsoft Indonesia.
 
Saya memang tidak mengenal beliau secara personal, tetapi saya mengenalnya melalui artikel yang kerap kali beliau postingkan melalui web pribadinya. Berikut adalah resolusi yang saya ingin capai di tahun 2014:
1. Membagikan 3 kutipan inspirasi secara rutin melalui social media: Pak Josef membagikan pengalamannya bagaimana agar bisa secara rutin membagikan kutipan inspirasi melalui social media. Tidak dapat dijadikan alasan apabila kita tidak memiliki koleksi kutipan untuk dibagikan, tetapi kita bisa mencarinya di internet, karena begitu banyak tersedia kutipan yang dapat kita gunakan. Tidak ada waktu? Hanya butuh waktu sebentar untuk copy-paste dan posting, bahkan bisa kita lakukan di saat kita sedang menunggu atau dalam keadaan macet di jalan. Ini adalah resolusi saya yang pertama, yaitu secara rutin share 3 kutipan inspirasi melalui social media setiap hari.
2. Menulis 2 artikel setiap minggu: Beliau kembali berbagi pengalaman bagaimana ia dapat tetap produktif menulis 2 artikel setiap minggu, disela kesibukannya yang menurut saya sangat padat. Beliau membagi tips bahwa hal yang paling sulit adalah memulai untuk menulis, jadi tulislah apa yang ada di dalam pikiran kita, tidak usah hal yang rumit, hal yang simpel pun juga bisa, ketika kita sudah mulai menulis maka kita akan mulai mengikuti alurnya sehingga tulisan tersebut dapat selesai. Memang mungkin tulisan yang dibuat kurang rapi, karena memang pada dasarnya kita bukan seorang penulis Tetapi setidaknya kita berusaha untuk berbagi pengalaman kita melalui tulisan yang kita buat. Ini adalah resolusi kedua saya, yaitu menulis 2 artikel setiap minggunya.
3. “Be Yourself, but Better Everyday”: Ini adalah motto hidup Pak Josef, bahwa kita perlu menjadi diri kita sendiri, tetapi perlu menjadi lebih baik setiap harinya. Saya hari ini harus lebih baik dari saya yang kemarin. Inilah resolusi saya yang ketiga, saya berjanji untuk tidak puas dengan kemampuan yang saya miliki saat ini, tetapi harus terus saya kembangkan melalui banyak membaca serta mengikuti pelatihan yang ada untuk membuat diri saya menjadi lebih baik.
4. 10.000 langkah setiap hari: Pak Josef juga sharing bahwa antara pekerjaan dengan kesehatan kita harus seimbang, karena apabila kita sehat maka akan membuat apa yang kita kerjakan dapat menjadi lebih maksimal. Beliau bercerita bahwa setiap hari berjalan 10.000 langkah, dan diukur menggunakan pedometer. Apabila pada hari tersebut belum mencapai 10.000 langkah maka beliau akan menuntaskan dengan berjalan keliling rumah hingga target tersebut dapat tercapai. Tidak hanya sendiri, tetapi istri beliau pun juga memiliki komitmen yang sama untuk berjalan 10.000 langkah setiap harinya. Ini menjadi resolusi keempat saya yang perlu saya lakukan, berhubung setelah medical check up diketahui bahwa saya mengalami obesitas level 2.hehehe. Hal ini saya sudah lakukan walaupun bukan dengan menggunakan alat pedometer, tetapi dengan menggunakan aplikasi pedometer yang saya install di handphone saya, walaupun tidak akurat 100% setidaknya memberikan gambaran berapa langkah yang saya jalani setiap harinya.
5. Menulis buku: Ini adalah resolusi saya yang terakhir, sejak dulu saya memiliki keinginan bahwa saya harus dapat menulis buku dan buku tersebut harus diterbitkan. Buku yang saya tulis mengambil tema mengenai hal-hal yang harus diperhatikan oleh fresh graduate ketika baru akan mulai bekerja. Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan rekan semasa kuliah Psikologi di Binus, Juni Anton, seorang Trainer yang telah menerbitkan buku dan dia mendorong saya untuk menyelesaikan buku yang saya tulis ini. Semoga buku ini bisa saya selesaikan sehingga dapat memberikan inspirasi bagi fresh graduate yang akan mulai bekerja.
Terima kasih banyak Pak Josef karena telah menginspirasi hidup saya, saya doakan agar Pak Josef selalu sehat dan kehidupannya dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang lainnya. Thanks Pak Josef, keep inspiring :)